Senin, 09 Mei 2011

Latihan Anti-Terrorist Di Singapore

Latihan Anti-terrorist di Singapore
Participants simulate an attack on a hotel during an anti-terror drill in Singapore July 15, 2009. Singapore held its biggest anti-terror drill on July 6 and July 15 ahead of hosting an Asia-Pacific summit in November. Exercise North Star VII involved 2,000 participants from 15 state agencies and media outlets and simulate situations such as concerted terror attacks on hotels, malls and an underground train station, the Singapore Police Force said in a statement.
Hotel guests look at a simulated attack on the hotel during an anti-terror drill in Singapore July 15, 2009. Singapore held its biggest anti-terror drill on July 6 and July 15 ahead of hosting an Asia-Pacific summit in November. Exercise North Star VII involved 2,000 participants from 15 state agencies and media outlets and simulate situations such as concerted terror attacks on hotels, malls and an underground train station, the Singapore Police Force said in a statement.
Hotel guests watch members of the Singapore Police's Special Operations Command abseiling during an anti-terror drill in Singapore July 15, 2009. Singapore held its biggest anti-terror drill on July 6 and July 15 ahead of hosting an Asia-Pacific summit in November
A police helicopter prepares to land an anti-terrorist special police unit on top of a hotel during an anti-terrorism simulation drill in Singapore on July 15, 2009. One of Singapore's hotels was attacked by terrorists" in an exercise codenamed Northstar VII - a drill modelled after the Mumbai terrorist attacks from 2008 that killed 166 people.
An anti-terrorist special unit force storm a hotel during an anti-terrorist drill in Singapore on July 15, 2009. One of Singapore�s hotel was �attacked by terrorists" in an exercise code named - Northstar VII - a similar action to the Mumbai-like terrorist attacks.
Armed terrorists� grab hotel "guests" during an anti-terrorist drill in Singapore on July 15, 2009. One of Singapore�s hotel was �attacked by terrorists" in an exercise code named - Northstar VII - a similar action to the Mumbai-like terrorist attacks.
Police Coast Guard vessel chases a boat during an anti-terror drill in Singapore July 15, 2009. Singapore held its biggest anti-terror drill on July 6 and July 15 ahead of hosting an Asia-Pacific summit in November.[/IMG]

Rabu, 16 Maret 2011

4 Tips Mengenal Permasalahan Dalam Belajar Anak

Seorang anak tentu menjadi tumpuan harapan bagi kedua orangtua, namun, tanpa disadari, seringkali orangtua memberi sejumlah tuntutan kepada sang anak. Memang Anda sebagai orangtua berhak merancang kegiatan apasaja yang rutin dilakukan oleh anak disetiap harinya, apalagi jika tujuannya menyiapkan bekal skill agar anak unggul dan mampu bersaing di masa mendatang.
4 Tips Mengenal Permasalahan Dalam Belajar Anak
Namun, apakah anak juga telah siap secara mental dan otaknya terlatih mengimbangi berbagai aktivitas sehari-hari. Anda bisa mengenali seberapa siap anak menjalani berbagai tugas setiap harinya dengan mengindentifikasi masalah atau kesulitan anak ala BrainFit.

Program pelatihan otak yang dirancang BrainFit untuk anak bisa menjadi salah satu pilihan cara membekali anak menghadapi berbagai tugas setiap harinya. BrainFit meyakini anak yang memiliki kemampuan otak optimal punya kesempatan lebih luas untuk sukses dalam proses belajarnya.

"Untuk mengetahui apakah anak membutuhkan brain fitness ada sejumlah panduan bagi orangtua. Orangtua bisa mengenali kebutuhan dan kesulitan anak dalam belajar untuk kemudian memilih program brain fitness yang tepat untuk anak. Selain juga anak harus melewati tes dengan standar internasional seperti tes kemampuan visual dan auditori," jelas Louise Chan, direktur BrainFit cabang Darmawangsa kepada Kompas Female.

Sebagai panduan orangtua, BrainFit menyarankan orangtua melakukan checklist beberapa kesulitan belajar anak untuk mengindentifikasi masalah.

Kemampuan visual bisa dikenali dari sejumlah faktor berikut:
* Tulisan tangan yang tidak rapi
* Membaca tanpa intonasi yang baik dan benar
* Kesulitan mengungkapkan kata
* Tidak runut saat membaca, ada halaman yang terlewati
* Tidak menyukai games seperti puzzle dan catur
* Mengalami kesulitan saat belajar matematika dan aktivitas fisik
* Minim minat terhadap buku atau belajar
* Mudah lupa dan kurang konsentrasi

Kemampuan sensorik dan motorik dikenali dari sejumlah faktor:
* Cenderung ceroboh
* Merasa gelisah terus-menerus
* Tidak memiliki keseimbangan tubuh atau koordinasi yang baik
* Kesulitan untuk melempar atau menangkap obyek
* Kesulitan beraktivitas yang mengandalkan kontrol pada jari-jari

Level perhatian, konsentrasi, dan daya ingat dipengaruhi faktor ini:
* Tidak mampu multitasking
* Kurang konsentrasi
* Mudah terganggu konsentrasi atau fokusnya
* Kontrol impulsif yang lemah
* Mudah lupa
* Pikiran kabur

Kemampuan auditori dikenali dari beberapa hal ini:
* Kemampuan mendengar yang lemah
* Bicara terlalu keras atau terlalu lembut
* Membutuhkan waktu lama untuk menangkap konsep baru
* Nilai tes buruk
* Tidak berminat dalam membaca, pemalu, dan punya sedikit teman
* Mudah lupa, kurang konsentrasi

Kemampuan emosi bisa dikenali dari beberapa hal ini:
* Tidak termotivasi
* Rasa percaya diri rendah
* Kesulitan mengatasi stres
* Cenderung berpikiran negatif
* Kemampuan sosial yang lemah
* Minim empati

Jika anak Anda mengalami sejumlah masalah di atas, tandanya ia membutuhkan bantuan untuk melatih kemampuan otak agar bisa berfungsi lebih optimal. Hasil akhirnya nanti anak akan lebih menikmati rutinitasnya dan terbantukan dalam mengatasi tekanan dari tumpukan tugas di sekolahnya. Nilai yang baik menjadi bukti nyata, tapi kebahagiaan anak lebih menjadi tujuan utama. (kompascom)

Senin, 14 Maret 2011

Rumah Murah Tanpa Uang Muka | Pemerintah Segera Luncurkan Konsep Rumah Murah

Rumah Murah Tanpa Uang Muka | Pemerintah Segera Luncurkan Konsep Rumah Murah .Setelah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bergulir sejak Oktober 2010 lalu, kini pemerintah sedang mempersiapkan konsep serupa untuk masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 2,5 juta. “Kalau FLPP kan untuk kategori orang yang punya penghasilan 2,5 juta sampai 4,5 juta. Sekarang kita sudah mulai berpikir untuk yang di bawah itu,” ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, di Jakarta Senin (28/2).

http://photo.kontan.co.id/photo/2011/02/28/1938088922p.jpg

Suharso menjelaskan, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program ini adalah masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 2,5 juta. Kelompok masyarakat ini dia bilang pada umumnya tidak bankable sehingga tidak bisa mengikuti program FLPP. “Nah, sekarang kita dorong supaya dia bisa bankable. Dengan cara penyediaan rumah, yang mungkin bisa kita lakukan adalah tanpa uang muka. Jadi dia bisa membayar selama 15 tahun sekitar Rp 200 ribuan tanpa uang muka,” jelasnya.
http://eksposnews.com/photo/dir032011/1298932272rumah%20murah.JPG
Program ini, kata dia merupakan inisiatif baru yang dicetuskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor pada Selasa (22/2) lalu. Waktu itu, SBY mengatakan pemerintah akan membangun rumah murah senilai Rp 20-25 juta.

Menurut Suharso, pemerintah menargetkan program ini bergulir tahun depan. “Tapi kita akan coba, kalau bisa tahun ini sebagian kita dahulukan,” ujarnya. Anggaran untuk program ini akan diambil dari pos yang berbeda dengan anggaran FLPP yang sedang bergulir saat ini.

Nah, untuk pembangunan perumahannya nanti dilakukan oleh BUMN. “BUMN itu yang nanti kita PSO-kan,” ujarnya. Sedangkan, tanah disiapkan oleh pemerintah daerah. Sementara pemerintah pusat menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).

Mengenai mekanisme untuk mendapatkan rumah murah itu, Suharso mengaku masih akan mengkaji lebih lanjut.”Yang terpikirkan, kita ingin mencoba menggandeng dengan data base-nya KUR, karena data KUR itu kan sudah ada di perbankan. Jadi lebih one need one address dan eligible itu sudah jelas di sana. Mungkin kluster ini yang akan kita coba,” ujarnya.

Dalam acara retreat di Bogor, Presiden SBY juga berjanji menyediakan rumah sangat murah senilai Rp 5-10 juta. Menurut Suharso, program tersebut sedang dilakukan Kemenpera dalam bentuk bantuan pembangunan rumah swadaya. “Selama ini kan 5 juta kita berikan untuk peningkatan kualitas rumah masyarakat, misalnya kalau dia enggak punya lantai atau enggak punya dinding, kita kasih bantuan,” ujarnya.

Sedangkan untuk bantuan Rp 10 juta dia bilang dilakukan untuk pembangunan rumah baru melalui mekanisme Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Permukiman. Bentuknya dia bilang, peningkatan kualitas rumah dan stimulan pembangunan baru secara swadaya dan bantuan sertifikasi rumah swadaya. Selain itu, pemerintah juga membantu dalam penyediaan Sarana, Prasarana dan Utilitas (PSU). “Hanya saja jumlahnya memang masih sangat terbatas,” akunya.

Tahun 2011 ini pemerintah menyiapkan paket bantuan sebanyak 12.500 unit untuk peningkatan kualitas rumah swadaya, 12.500 unit rumah swadaya baru,12.500 untuk PSU, dan sertifikasi 7.500 unit rumah.


sumber : http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/60594/Pemerintah-segera-luncurkan-konsep-rumah-murah-